Angin malam yang dingin
Berjalan di’atas sinarnya bulan purnama
Ditemani bidadari yang cantik yaitu isteriku
Kulantunkan kata-kata yang indah tuk’bidadariku
Di iringi dengan suara-suara hembusan angin malam
Dia tersenyum malu dengan kata-kata indahku
Pipi’nya kemerah-merahan bagaikan buah delima
Duhai bidadari’ku kamu adalah wanita yang sholeha
Duhai bidadari’ku hatimu lembut bagaikan sutera
Duhai bidadari’ku kamu adalah
Wanita yang paling cantik dunia dan akhirat
0 comments:
Post a Comment