Aku tak sangka diam-diam, mencintai makhluk Tuhan yang sangat indah
dengan begitu cepatnya, Rasa yang begitu teramat dalam
sampai aku tak menyadarinya, inikah cinta?
atau hanya obsesi nafsuku belaka?
Bertahan dengan rasa yang begitu teramat menyiksa dan membuat nafas ini tersesak dengan sendirinya
aku lelah dengan kesendirian ku, aku juga letih menyimpan rasa ini
yang selalu hanya terukir sebagai sahabat saja
Aku mencoba berpijak, mengasa nyaliku
bertanya-tanya sampai kapan rahasia ini akan terkuak
aku tak kuat lagi, tak sadar aku ungkapan rasa tulus ini kepadamu
namun hal yang tak terduga-duga, rasaku ini hanyalah bertepuk sebelah tangan
Dia menatapku dan berkata, "Maaf aku mencintai orang lain"
seketika rasa itu melesat dengan cepat dan menghantam hatiku, darghhh dan hancur berkeping-keping
Aku marah, emosi hatiku tak terkontrol dan aku hanya bisa terdiam saja
Bila aku ingat perjuanganku, rasanya aku begitu angkuh
bisa mendapatkan hatimu dengan mudah
namun ternyata aku salah.!!! kamu di takdirkan bukan untuk diriku
Rasanya aku terlalu egois, jika memisahkan kamu dia, yang ternyata sahabatku sendiri
Kini biar Tuhan saja yang tahu, bahwa aku mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
sekalipun kamu sudah miliknya, sekalipun maut datang menjemputku, aku tetap menunggumu
dilain waktu atau di dunia berikutnya
dengan begitu cepatnya, Rasa yang begitu teramat dalam
sampai aku tak menyadarinya, inikah cinta?
atau hanya obsesi nafsuku belaka?
Bertahan dengan rasa yang begitu teramat menyiksa dan membuat nafas ini tersesak dengan sendirinya
aku lelah dengan kesendirian ku, aku juga letih menyimpan rasa ini
yang selalu hanya terukir sebagai sahabat saja
Aku mencoba berpijak, mengasa nyaliku
bertanya-tanya sampai kapan rahasia ini akan terkuak
aku tak kuat lagi, tak sadar aku ungkapan rasa tulus ini kepadamu
namun hal yang tak terduga-duga, rasaku ini hanyalah bertepuk sebelah tangan
Dia menatapku dan berkata, "Maaf aku mencintai orang lain"
seketika rasa itu melesat dengan cepat dan menghantam hatiku, darghhh dan hancur berkeping-keping
Aku marah, emosi hatiku tak terkontrol dan aku hanya bisa terdiam saja
Bila aku ingat perjuanganku, rasanya aku begitu angkuh
bisa mendapatkan hatimu dengan mudah
namun ternyata aku salah.!!! kamu di takdirkan bukan untuk diriku
Rasanya aku terlalu egois, jika memisahkan kamu dia, yang ternyata sahabatku sendiri
Kini biar Tuhan saja yang tahu, bahwa aku mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
sekalipun kamu sudah miliknya, sekalipun maut datang menjemputku, aku tetap menunggumu
dilain waktu atau di dunia berikutnya
Karya
Jamaludin
0 comments:
Post a Comment