Apakah kau sengaja untuk mempermainkan aku?
Apakah aku tak sehebat dulu lagi?
Sampai – sampai kau meninggalkanku dengan mudah
Ketika aku lumpuh tidak ada yang merawat aku
Ketika aku sukses kau mendekatiku
Sungguh tidak adil dunia ini
Aku di kecewakan untuk yang ke dua kalinya sama kamu
Tapi aku terus memaafkan kamu
Tapi untuk saat ini, aku tidak akan balik lagi ke kamu
Untuk yang terakhir kalinya aku bertemu sama kamu
Hati ini terus menerus menahan rasa sakit dan pedih
Pantaskah aku menangis untuk yang kedua kalinya? Tidak,
Aku tidak akan meneteskan air mata ini lagi hanya untuk kamu
Yang bisanya hanya menyakiti aku
Kamu tidak pernah punya perasaan iba terhadapku
Apakah aku mati saja, biar aku tidak di sakiti terus oleh dirimu
Apakah aku harus pergi saja, agar kau hidup bahagai dengan orang lain
Aku ingin tau, apakah kau masih peduli terhadapku?
Yang sudah menjadi mayat dan hanya batu nisan saja yang terpampang gagah dengan namaku.
Apakah aku tak sehebat dulu lagi?
Sampai – sampai kau meninggalkanku dengan mudah
Ketika aku lumpuh tidak ada yang merawat aku
Ketika aku sukses kau mendekatiku
Sungguh tidak adil dunia ini
Aku di kecewakan untuk yang ke dua kalinya sama kamu
Tapi aku terus memaafkan kamu
Tapi untuk saat ini, aku tidak akan balik lagi ke kamu
Untuk yang terakhir kalinya aku bertemu sama kamu
Hati ini terus menerus menahan rasa sakit dan pedih
Pantaskah aku menangis untuk yang kedua kalinya? Tidak,
Aku tidak akan meneteskan air mata ini lagi hanya untuk kamu
Yang bisanya hanya menyakiti aku
Kamu tidak pernah punya perasaan iba terhadapku
Apakah aku mati saja, biar aku tidak di sakiti terus oleh dirimu
Apakah aku harus pergi saja, agar kau hidup bahagai dengan orang lain
Aku ingin tau, apakah kau masih peduli terhadapku?
Yang sudah menjadi mayat dan hanya batu nisan saja yang terpampang gagah dengan namaku.
0 comments:
Post a Comment